Cara Budidaya Lele Bioflok yang Menguntungkan

Posting Komentar

Ternak Lele Bioflok

Budidaya lele bioflok
 merupakan metode budidaya lele yang sudah banyak diterapkan oleh negara-negara maju. Bahkan, Menteri Susi Pudjiastuti turut menyarankan cara ini karena dinilai lebih efektif dengan hasil panen yang lebih banyak. Informasi ternak lele bioflok untuk pemula selengkapnya bisa Anda simak di bawah ini.

Pengertian Ternak Lele Bioflok?

Sederhananya, bioflok adalah cara budidaya lele modern dengan meningkatkan kualitas air untuk menumbuhkan mikroorganisme. Mikroorganisme sendiri berfungsi dalam mengolah limbah budidaya menjadi pakan alami untuk ikan. Agar mikroorganisme tumbuh, dibutuhkan probiotik dan aerator untuk menyuplai oksigen sekaligus mengaduk air dalam kolam.

Cara Budidaya Lele dengan Teknologi Bioflok

Budidaya lele dengan metode bioflok terbilang menguntungkan karena lebih hemat biaya dan hasil panen lebih melimpah dibanding cara konvensional. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan dalam budidaya lele bioflok.

1.       Menyiapkan kolam

Kolam untuk ternak lele bioflok berbentuk bulat dengan diameter yang bisa Anda sesuaikan. Idealnya, luas kolam berdiameter 1 m3 digunakan untuk menampung hingga 1.000 ekor lele.

Kolam juga harus diberi atap untuk menghindari sinar matahari dan air hujan agar kualitas air tetap terjaga.

Anda juga harus mempersiapkan aerator untuk kolam lele bioflok. Alat tersebut berfungsi untuk menyuplai udara ke dalam air kolam.

2.        Menyiapkan Air Bioflok

Cara membuat air bioflok pada hari pertama yaitu mengisi kolam dengan air setinggi 80-100 cm. Besoknya, masukan 5 ml/m3 probiotik yang bisa Anda beli di toko. Di hari ketiga larutkan probiotik molase sebanyak 250 ml/m3, dan malamnya tambahkan dolomit 150-200 gr/m3.

3.       Sediakan Benih Lele

Penaburan benih lele dilakukan setelah 7-10 hari pembuatan air bioflok. Pastikan Anda sudah memilih benih unggul agar hasilnya maksimal.

Untuk perawatan benihnya sendiri, berikan probiotik 5ml/m3, 1 sendok makan/m3 ragi tempe, dan ragi tape 2 butir/m3. Tambahkan air dolomit sebanyak 200-300 gr/m3 malam harinya. Perawatan tersebut dilakukan setiap 10 hari sekali saja.

4.       Berikan Pakan Lele

Pakan lele yang dicampur probiotik diberikan sehari 2 kali, yaitu pada siang dan malam hari dengan proporsi 80% tingkat kekenyangan lele. Saat flok mulai menggumpal, turunkan porsi menjadi 30% saja dan puasakan setiap seminggu sekali.

Budidaya lele bioflok bisa menjadi alternatif ketika Anda ingin memulai bisnis budidaya lele. Cara ini lebih hemat dan mudah dilakukan daripada cara konvensional.

Related Posts

Posting Komentar